"Jadi, awalnya kami datang selaku pasien BPJS, tapi kata pihak rumah sakit kamar penuh. Selanjutnya kami menunjukkan dan menyebut ada kartu asuransi Prudential dan mereka mengaku ada kamar. Karena uang dalam asuransi itu hanya Rp 23 juta dan biaya yang dibutuhkan Rp 47 juta, sehingga kami harus membayar kekurangannya," urainya.
Selanjutnya, pihak keluarga pasien mengaku sangat dirugikan oleh pihak rumah sakit. Sebab, Santi mengaku, ibunya tidak di operasi Skin Graft, melainkan hanya Debridement.
"Jadi, biayanya sangat besar dan kami merasa dirugikan. Kami dari pihak keluarga sudah sepakat akan membawa perkara ini ke kepolisian. Penegak hukum karena diduga menjadi korban penipuan," terangnya.
Terpisah, Humas Rumah Sakit Murni Teguh Memorial, Putri mengaku adanya keluhan dari salah satu keluarga pasien.
Terkait masalah itu, pihak manajemen sudah pernah bertemu dengan pasien atau keluarga pasien. Segala tuntutan sudah tampung dan disampaikan kepada pimpinan rumah sakit.
