Dalam unggahannya, korban menyebut bahwa ia merasa dilecehkan saat proses bimbingan skripsi berlangsung di rumah dosen itu.
Di rumah tersebut, tubuh mahasiswi diduga diraba-raba dan dipeluk beberapa kali oleh oknum dosen tersebut. Kasus ini kemudian menyebar luas di media sosial.
Wakil Rektor IV UMS, EM Sutrisna, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti terkait peristiwa ini. Ia sangat menyayangkan dugaan pelecehan yang dilakukan dosen terhadap mahasiswinya, seperti dilansir dari kumparan.com.
Menurut Sutrisna, UMS adalah kampus yang menerapkan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan dalam semua aspek kehidupan kampus, termasuk dalam bimbingan akademik.
Sutrisna menegaskan bahwa tugas dosen adalah mengajar, meneliti, mengabdi, dan menerapkan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Pihak kampus akan memberikan perlindungan jika mahasiswi tersebut benar-benar menjadi korban.
