BAUBAU, TELISIK.ID - Masyarakat Buton dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 2,34 menit, yang diupload  akun Facebook Ivoen Muhammad, Sabtu (10/4/2021) lalu.

Dalam video tersebut, seorang anak laki-laki yang diketahui bernama AG (12), mengaku bahwa dia diancam oleh oknum polisi untuk  mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.

"Saya dibawa di belakang, dipukul perut dua kali, dilempar asbak, sampai pica bibirku berdarah. Langsung saya berbohong  saya mengaku disitu, dari pada saya dipukul," ungkap AG dalam video tersebut.

Video pengakuan AG tersebut direkam saat digelar pertemuan antara dua kakak adik RM (14) dan AG (12) yang merupakan korban terduga salah tangkap, bersama aktivis di hadapan Kapolres Buton usai berunjuk rasa  di Mapolres Buton pada tanggal 8 April 2021. Aksi unjuk rasa itu sendiri menuntut Kapolres Buton mencopot Kapolsek Sampuabalo karena tidak bertanggung jawab atas tindakan penyidik kasus tersebut.

Pengakuan AG dibenarkan kakaknya, RM (14). Saat konferensi pers di salah satu cafe di Kota Baubau pada Senin (12/4/2021), ia mengatakan, ia ingin membersihkan namanya dan nama temannya Muslimin (22) yang saat ini sedang menjalani persidangan untuk kasus yang sama.