“Pengaruh penonton mungkin benar-benar membuat dia semangatnya lebih lagi. Kecewa dan kesal dengan hasil ini. Saya sudah berusaha tapi itu tidak cukup. Lawan memang lebih baik,” ujar Ginting.
Kekalahan Ginting memupus harapan Indonesia untuk merebut medali dari nomor tunggal putra setelah di pertandingan sebelumnya Jonatan Christie (Jojo) juga ditumbangkan pebulutangkis India, Lakshya Sen. Jojo kalah 18-21 dan 12-21.
Kegagalan tunggal putra untuk lolos dari penyisihan grup serta tampil di babak perebutan medali merupakan sejarah terburuk prestasi cabor bulutangkis Indonesia di Olimpiade.
Sejak bulutangkis menggunakan fase grup, pada Olimpiade London 2012 di Inggris dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Brasil, wakil Indonesia hanya mampu melaju hingga babak 16 besar.
“Saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia. Mohon maaf juga hari ini bermain kurang baik. Tapi terima kasih banyak atas dukungan doa dan support untuk saya dan kawan-kawan,” kata Jojo usai pertandingan.
