- Gregoria dan An Se Young sama-sama pebulutangkis unggulan di Olimpiade 2024. An Se Young merupakan unggulan pertama, sementara Gregoria menduduki unggulan ketujuh. Atlet pelatnas Cipayung itu merupakan unggulan yang paling rendah dibanding tiga kontestan semifinal. Selain An Se Young, ada juga Carolina Marin yang menempati unggulan keempat dan He Bing Jiao yang merupakan unggulan keenam.

- Indonesia dan Korea Selatan sama-sama sudah lama tidak menempatkan wakil di final tunggal putri Olimpiade. Uniknya duel wakil Indonesia dan Korea Selatan di sektor tunggal putri terjadi pada Olimpiade 1992 dan 1996. Pada 1992, Susy Susanti mengalahkan Bang Soo Hyun. Empat tahun berselang Bang Soo Hyun menundukkan Mia Audina. Setelah itu tidak ada satu pun wakil Indonesia dan Korea Selatan yang bisa menembus final tunggal putri. Mia Audina sempat kembali merasakan final pada Olimpiade 2004, namun ketika itu sudah membela Belanda.

Baca Juga: Olimpiade Paris 2024: Gregoria ke Perempat Final dan Bertemu Ratchanok Intanon

- Pertemuan pertama tunggal putri Indonesia dan Korea Selatan di Olimpiade terjadi pada babak perempat final Barcelona 1992. Saat itu Sarwendah Kusumawardhani yang menjadi wakil Merah Putih kalah dari Bang So Hyun yang kemudian dikalahkan Susy Susanti pada laga final.

- Pertandingan Gregoria melawan An Se Young merupakan duel Indonesia dengan Korea Selatan ketiga di sektor tunggal putri. Duel pertama dan kedua wakil Indonesia dan Negeri Ginseng terjadi pada Olimpiade 1996. Dua laga semifinal mempertemukan atlet Indonesia dan Korea Selatan. Mia Audina bertemu Kim Ji Hyun, sementara Susy Susanti bertemu Bang Soo Hyun. Mia kemudian kalah dari Bang Soo Hyun di final, sementara Susy mengalahkan Kim Ji Hyun pada perebutan peringkat ketiga.