NEWYORK, TELISIK.ID - Para ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan masih melakukan penelitian mendalam mengenai varian baru COVID-19, Omicron.
Meski begitu, hingga saat ini ilmuwan masih belum bisa menyimpulkan apakah virus ini lebih berbahaya dibandingkan Varian Delta atau tidak.
Mengutip UN News, Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus (TAG-VE) menjelaskan, mereka masih membandingkan data terbaru dari Afrika Selatan (Afsel). Negara itu merupakan lokasi virus bernama lain B.1.1.529 ini berkembang.
"Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lain," papar kelompok ilmuwan itu, dikutip Senin (29/11/2021).
Baca Juga: Austria Kembali Lockdown Total dan Jerman Bakal Menyusul Akibat COVID-19 Melonjak
