Namun, TAG-VE menegaskan kembali bahwa bukti awal menunjukkan bahwa orang yang sebelumnya terinfeksi COVID-19 dapat terinfeksi ulang dengan mudah bila ternjangkit oleh varian Omicron.

"Sejauh ini, infeksi yang dilaporkan awalnya terjadi di antara individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan, tetapi memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu", kata para ahli.

Baca Juga: Panas, China Bangun Koalisi Kecam Amerika Serikat

Sebelumnya, dilansir Cnbcindonesia, beberapa ahli telah menyuarakan kekhawatirannya akan varian ini. Pasalnya varian itu membawa 32 mutasi pada sisi lonjakan proteinnya.

Mutasi pada protein lonjakan dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan juga menghambat kekebalan.