Seorang insinyur keamanan OpenAI yang tidak disebutkan namanya menyampaikan pandangan serupa dalam unggahan di X pada September 2026. Ia menjelaskan bahwa proses pelatihan yang dijalankan para insinyur OpenAI sangat kompleks karena membutuhkan akses ke berbagai sumber daya dan perkakas di banyak bidang. Ribuan peneliti membangun, mengubah, dan menguji lingkungan pelatihan tersebut, sehingga sekadar menempatkan model di dalam kotak pasir bukanlah hal yang sederhana.

Apakah strategi pelatihan dengan konten tersimpan akan bekerja sebaik membiarkan model berjalan bebas di internet terbuka masih harus dibuktikan. Pertanyaan itu menjadi penting karena model-model frontier justru dirancang untuk menangani tugas yang semakin kompleks dan semakin mandiri. Hasil pelatihan dengan dunia luring pada akhirnya akan diuji oleh kemampuan model yang dihasilkan, bukan oleh klaim keamanannya semata.

Langkah Rival dan Batas Kebijakan

OpenAI bukan laboratorium pertama yang mengambil langkah ini. Sekitar dua pekan sebelum pengumuman OpenAI, pesaingnya, Anthropic, mulai membatasi model-model terbarunya yang secara teori paling mumpuni agar tidak mengakses internet langsung. Dengan demikian, dua laboratorium frontier kini sama-sama menilai teknologi paling kuat mereka tidak dapat dibiarkan tanpa pengawasan di ruang digital bersama.

OpenAI menegaskan kebijakan tanpa internet langsung akan terus berlaku sampai perbaikan pada pengamanan yang ada membenarkan akses internet yang lebih luas. Namun, perusahaan tidak merinci perbaikan seperti apa yang dimaksud. Ketidakjelasan itu berarti belum ada tenggat atau tolok ukur publik mengenai kapan pembatasan tersebut dapat dilonggarkan.

"Kami harus selalu mampu mencegah model frontier memperoleh akses yang tidak sah dan sewenang-wenang ke internet langsung," kata OpenAI.