"Setelah 10 hari dirawat di rumah sakit dan tiga minggu antibiotik, kondisi pasien sangat baik," kata petugas medis dilansir dari Tribbunpekanbaru.com.
Menurut Cerhum, metode medis ini membuka jalan menuju perawatan yang lebih nyaman bagi pasien yang cacat karena tumor atau trauma lainnya. Cerhum menyebut bahwa pasien wanita sudah pulih dan terus dimonitor oleh para dokter.
Belum diketahui apakah pasien dapat mengendus melalui hidungnya sampai proses pembengkakan dan penyembuhannya selesai. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
Editor: Haerani Hambali
