KENDARI, TELISIK.ID - Operasi Patuh Anoa 2026 resmi digelar di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai hari ini, Senin (26/10/2026) hingga 8 November 2026.

Sebanyak 324 personel gabungan dari Polda Sultra dan jajaran Polresta disiapkan untuk menegakkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas selama 14 hari ke depan.

Sebelum pelaksanaan, digelar apel gelar pasukan sebagai pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Himawan.

Dalam amanatnya, Irjen Himawan menekankan pentingnya langkah terpadu dalam menangani persoalan lalu lintas di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dirilis, tercatat 1.569 kasus kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara dengan 234 orang meninggal dunia. Angka ini menunjukkan bahwa penanganan masalah lalu lintas harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan preemtif, preventif, dan edukasi kepada masyarakat.

Sasaran utama Operasi Patuh Anoa 2026 meliputi pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm berstandar, menggunakan knalpot brong, balap liar, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan berlebih, tidak memiliki SIM, serta penggunaan tanda nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan.