Baca Juga: Pasca Idul Adha Nelayan Belum Melaut, Harga Ikan Melambung

"Proyek Rumah Sakit Jantung ini harus betul-betul diperhatikan, karena jangan sampai fasilitas yang sudah menelan anggaran miliar rupiah harus nganggur dan terbengkalai. Sehingga ini menjadi tugas bersama, terutama Pemprov Sultra harus bisa memanfaatkan segala aspek, terutama anggaran non APBD, untuk mendukung program gubernur wajib kesehatan," ungkapnya, Rabu (13/7/2022).

Bahkan jika dipaksakan dengan hanya menggunakan anggaran dari daerah, ke depan akan menjadi beban APBD, karena dengan jumlah yang sangat besar, pastinya APBD Pemprov Sultra tidak bisa menanggung secara keseluruhan, terlebih RS setinggi 17 lantai ini harus bisa segera beroperasi setelah proyek pembangunannya selesai.

"Untuk itu kita berharap para perusahaan yang ada di Sulawesi Tenggara seperti PT VDNI, Antam, PT Valen dan lain sebagainya. Itu bisa berkontribusi membantu progres Rumah Sakit Jantung," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara, Muh. Poli mengatakan, perusahaan yang berdiri di Sulawesi Tenggara, harus memberikan kontribusi yang baik. Artinya secara CSR harus ada.