Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus & Owner Penerbitan

DALAM politik pemerintahan pasca pemilihan umum (Pemilu), umum didengungkan bahwa dibutuhkan adanya kubu pemerintahan dan juga kubu oposisi. Semestinya, jika Prabowo-Gibran terpilih maka kubu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan kubu Ganjar Pranowo-Mahfud MD menjadi oposisi.

Hal ini juga pernah disinggung oleh Anies menceritakan dirinya kecewa, diungkapkan dalam Panggung Debat Capres, karena Prabowo dan Gerindra ketika kalah pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 lalu, malah memilih bergabung dengan pemerintahan bukan sebaliknya menjadi oposisi pemerintahan.

Hanya saja ini Indonesia, konteksnya selalu dianggap berbeda. Selalu ada dua perdebatan antara kebutuhan akan oposisi dan dengan tidak dikenalnya oposisi. Kemudian, ada yang menyatakan oposisi atau membangun bersama untuk negeri. Tulisan ini ingin coba menguraikan dari pandangan para politisi dan konteks dinamika proses dan peristiwa, sebagai berikut.