Penolakan Oposisi
Oposisi di Indonesia acap ditolak, oleh berbagai realitas, pertama, oposisi hanya sekadar berbeda dengan pemerintah. Oposisi tidak ditempatkan sebagai perilaku partai politik yang mengkritisi pemerintah dengan acuan jika kebijakan/keputusan yang diajukan pemerintah itu baik untuk masyarakat maka akan didukung dan yang buruk akan ditentang.
Kedua, oposisi ditolak karena sikap pragmatis partai. Kebutuhan membangun institusi partai acap dijadikan pijakan partai-partai memilih bergabung di pemerintahan dan enggan memilih sebagai oposisi.
Sikap Pragmatis ini juga menunjukkan partai satu sisi juga tidak siap berlama-lama di luar pemerintahan karena alasan kebutuhan operasional untuk membangun institusi pemerintahan.
Ketiga, sistem kepartaian multipartai ekstrem juga mendukung tidak dikenalnya oposisi.
