KENDARI, TELISIK.ID - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya untuk mensukseskan percepatan penurunan stunting di Bumi Anoa.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk percepatan penurunan stunting tersebut yakni dengan melakukan pendataan keluarga yang berisiko stunting di Sulawesi Tenggara.
Hal itu dilakukan melalui Rekonsiliasi Data Keluarga Berisiko Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang diikuti para pengelola program dan operator data dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tanggara tahun 2022, pada 1 November lalu.
Kegiatan rekonsiliasi data keluarga berisiko stunting tersebut dilaksanakan sebagai upaya melakukan sinergitas pengelolaan Program Bangga Kencana, khususnya penyediaan data keluarga berisiko stunting yang akurat dan termutakhirkan dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana yang penuh tantangan, sehingga diperlukan kemitraan yang sangat kuat untuk mendukung sasaran program yang telah ditentukan.

