"Sultra sebagai wilayah dengan tantangan demografi dan kesehatan yang dinamis memerlukan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam rangka optimalisasi program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana," kata Asmar dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Konawe Utara Tertinggi Angka Kelahiran Remaja, BKKBN Sultra Sarankan Nikah Minimal 21 Tahun

Permasalahan sosial dan ekonomi, seperti tingginya angka stunting, pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keluarga berencana dan pengelolaan kependudukan, menjadi fokus utama dalam rapat tersebut.

Untuk itu, dibutuhkan perencanaan matang dan strategi terintegrasi yang didukung oleh komitmen semua pihak terkait.

Asmar menjelaskan, rapat ini merupakan wadah untuk menyelaraskan langkah dan kebijakan antar instansi terkait. Tujuannya adalah memperkuat komitmen serta memperbarui strategi program berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).