"Aturan-aturan ini menciptakan penderitaan hidup rakyat Buton yang mayoritas menggantungkan hidupnya dalam bidang maritim," jelas Muhammad Risman, Senin (09/11/2020)

Muhammad Risman menjelaskan, Jejak gerilya Oputa Yi Koo ada di Puncak Siontapina, dimana Gelar Oputa Yi Koo oleh pihak Kesultanan Buton itu bermakna raja atau penguasa yang bergerilya melawan penjajah didalam hutan.

Pemberian gelar itu karena Himayatuddin berhasil mengusir kaum penjajah di Buton. Sultan yang paling dibenci dan dimusuhi oleh kompeni Belanda, Tokoh yang memiliki perawakan tegak, tinggi dan kesatria dan tak pernah berkompromi menghadapi Belanda menjadi alasan Belanda terus memburu dan ingin membunuhnya.

Selama menjadi Sultan Buton,Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi bergerilya  menentang penjajahan Belanda di wilayah Kesultanan Buton.

Oputa Yi Koo keluar masuk kawasan hutan, mengatur strategi melawan pendudukan pemerintah Belanda.