Baca juga: Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah Gratis di Muna Lewat Virtual

Ketika Belanda mengirimkan pasukan ke pusat pertahanan untuk menyerang kerajaan Buton yang berlabuh di pelabuhan Baubau, pertempuran dan peperangan pun tidak dapat terhindarkan.

Oputa Yi Koo menyambut serangan Belanda dengan gagah berani, dan pantang menyerah serta meninggalkan Tahta Kesultanannya. Namun jiwa kesatria sang Sultan terus mengobarkan api perlawanan demi mempertahankan tanah Buton dari Belanda.

"Puncak Siontapina menjadi saksi pertempuran dan sebagai wilayah gerilya Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, yang tetap konsisten melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Belanda.

Pertentangan yang dibuat oleh Sultan Buton terhadap Belanda mengundang perang terbuka melawan VOC Belanda yang terjadi pada tahun 1755-1776, dalam perang ini pasukan pimpinan Himayatuddin sebanyak 5.000 prajurit, berperang hingga akhir hayat di puncak gunung Siontapina Kabupaten Buton.