Baca juga: Masyarakat Tomia Terima Bantuan 30 Ton Beras
Sebagai pewaris kobaran api semangat sang sultan, maka tidak ada alasan pemuda Buton tidak menyatukan sikap bersama untuk membangun daerah.
Tugas generasi pemimpin milenial 4.0 saat ini, mampu bersaing secara global pada bidang masing-masing. Tidak saling menjatuhkan untuk kepentingan sesaat, hingga pada akhirnya merugikan semua. Tapi bagaimana menciptakan suasana persaingan yang sehat guna menunjukkan kedewasaan komitmen kepemimpinan seperti digambarkan Oputa Yi Koo, yang tidak pernah berkompromi dan melawan ketidak adilan dari kebijakan VOC Belanda di tanah Buton.
Sebagaimana juga Sikap ketegasan untuk tidak berkompromi dengan ketidakadilan juga dilakukan Tan Malaka yang bernama asli Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka (1897-1949) pejuang revolusioner rakyat Indonesia, dalam kata bijaknya yang berbunyi Tuan rumah tak akan berunding dengan penjajah yang menjarah rumahnya.
Mestinya sikap ketegasan Sultan Himayatuddin saat membela tanah Buton dari ketidak adilan VOC Belanda, yang lahir jauh sebelum banyak kata bijak dari pejuang revolusioner kemerdekaan rakyat Indonesia, Oputa Yi Koo telah dapat menjadi inspirasi kalangan generasi/pemuda di tanah Butuni.
