"Beberapa siswa menghabiskan delapan jam sehari bermain Honor of Kings. Tidak ada industri atau olahraga yang bisa berkembang dengan menghancurkan seluruh generasi," tulis artikel itu.
Honor of Kings sendiri merupakan game yang diterbitkan oleh Tecent khusus untuk China. Di luar China, game ini diberi nama Arena of Valor
Akibat artikel itu, baik Tencent dan para pendirinya menjadi korban.
Baca juga: Viral: Penjual Gulali Layani Pembeli Sambil Bacakan Surah Al-Baqarah
Baca juga: Dipastikan Tak ada WNI Jadi Korban Kebakaran Hutan di Turki
