Hanya saja, wanita itu mengaku tidak menyangka jika anaknya ditemukan meninggal dunia yang dinilainya penuh kejanggalan.

"Bahkan saya pernah di dalam mimpi ditemui oleh anak saya, dia dalam mimpi mengaku dijebak. Jadi, kami berharap agar kasus kematiannya ini bisa diungkap dengan transparan," terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan kedua orang tua almarhum Bripka Arfan Saragih.

"Diperiksa sebagai saksi, seputaran insiden ditemukannya Bripka AS meninggal dunia. Untuk laporan pihak keluarga korban, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang dianggap mengetahui adanya kejadian itu," kata Hadi kepada sejumlah awak media.

Selain itu, polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi atas kasus dugaan penggelapan pajak. Termasuk kepala maupun UPT Samsat Panggururan.