"Mungkin di sini ada sedikit kekeliruan dan kekhilafan sebagai manusia, mungkin pembayaran yang dilakukan ada yang terlupa," ujar Priyo.
Ia juga menyayangkan adanya permasalahan itu, mengingat ponpes merupakan sekolah agama yang harusnya menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lain.
Orang tua santriwati lainnya juga ikut menimpali jika penambahan biaya bulanan santri sangat memberatkan mengingat mereka sendiri berasal dari keluarga yang kurang mampu seperti yang diungkapkan oleh Semma, seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak santri di tempat itu.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca Sejumlah Daerah Sulawesi Tenggara Hingga 6 Hari Mendatang
Pertemuan tersebut berlangsung alot dan memakan waktu beberapa jam, bahkan permasalahan itu nyaris menempuh jalur hukum. Namun, di akhir pertemuan orang tua hanya menginginkan pengambilan surat keterangan pindah sekolah, serta tak ada biaya bulanan tambahan yang dinilai memberatkan.
