Belum lama ini, lanjut Ariani, secara mendadak pihak sekolah baru menyalurkan dana bantuan PIP 2025 sebesar Rp 300.000 kepada beberapa orang siswa yang didatangi secara langsung di rumah masing-masing.
"Uang 300 ribu ini bantuan tahun lalu tapi baru dibagikan sekarang," bebernya.
Ia pun mengungkapkan bahwa kejanggalan terjadi saat buku rekening yang dicetak hanya empat siswa, sedangkan sisanya diimbau untuk segera membuat rekening baru.
Dua di antaranya, dari empat siswa, tidak daftar dalam penerima bantuan PIP yang kemudian oleh pihak sekolah disuruh untuk bertanda tangan pada bukti penyaluran bantuan.
"Tidak ada namanya dalam daftar ini, tetapi kemudian dibawakan uang 300 ribu, disuruh tanda tangan, yang tertera 450 ribu dipotong 150 ribu untuk transpor," beber Ariani.
