"Ngeri di rumah, tapi kalau sudah masuk sekolah ya namanya anak-anak pasti tidak betah. Maunya bercanda sama teman," ujarnya.

Baca juga: Handle tak Berfungsi, KM Aksar Saputra 08 Tabrak Gerbang Pelabuhan Raha

Kendati demikian, ia sendiri mengaku ingin sekolah kembali dibuka. Hal ini karena kedua anaknya terlihat lebih efektif belajar di sekolah.

Namun ia baru bakal mengizinkan kembali sekolah jika situasi COVID-19 di lingkungannya mereda. Ia mengingatkan protokol kesehatan di sekolah juga harus diperketat.

"Sekolah atau pemerintah mungkin harus menyediakan alat rapid tes. Mau tidak maulah harus korban uang pemerintah," tuturnya.