YARUSSALEM, TELISIK.ID - Beberapa orang Yahudi menyamar sebagai Muslim agar bisa masuk dan beribadah di situs suci yang diperebutkan, Temple Mount atau kompleks Masjid al-Aqsa, untuk mengecoh larangan yang diberlakukan oleh polisi.
Setelah Israel merebut dan menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967, status quo yang rapuh tetap ada non-Muslim dapat mengunjungi kompleks tersebut tetapi tidak boleh berdoa di sana.
Dilansir BBC.com aktivis Yahudi, Raphael Morris, yang memimpin kelompok Temple Mount, dan menganjurkan berdoa di tempat suci yang mereka sebut Temple Mount.
Sementara itu, seorang aktivis Muslim Palestina, Hanady Halawani mengatakan, dia akan membela Masjid al-Aqsa.
Raphael Morris yang memimpin kelompok 'Returning to the Mount' mengatakan, anggotanya menggunakan gamis untuk memasuki Temple Mount, tempat suci bagi Yahudi.
