KENDARI, TELISIK.ID - Organisasi kerukunan semacam benteng pertahanan dari masuknya berbagai budaya yang tidak sesuai dengan nilai yang dianut. Serta, menjadi wadah dalam merawat budaya luhur yang diwariskan oleh nenek moyang.

Hal itu disampaikan, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, dalam hal ini diwakili Asisten III Administrasi Umum Sultra, Sukanto Toding saat menghadiri, Pelantikan dan pengukuhan, kerukunan keluarga Kolaka Utara (Kolut) Kota Kendari periode 2022-2027.

Organisasi kerukunan kata dia, juga sebagai perekat persatuan. Seperti yang diketahui, Sultra didiami oleh empat etnis lokal, yakni Buton, Tolaki, Muna dan Moronene. Namun tidak hanya itu, keragaman budaya Sultra juga diperkaya dengan berbagai etnis dari berbagai wilayah di Nusantara.

"Yang masyarakatnya telah lama hidup berdampingan dari generasi ke generasi dan telah berakulturasi dengan etnis lokal yang ada," katanya.

Sukanto Toding mengatakan, pembentukan organisasi kerukunan merupakan salah satu perwujudan dari program prioritas Sultra yakni Sultra Berbudaya.