Tujuh mahasiswa asing yang telah tiba berasal dari Mesir, Palestina, Filipina, Sudan Selatan, Tanzania, dan Pakistan.
Mereka menempuh pendidikan pada jenjang S1 dan S2 dengan program studi Manajemen, Teknik Sipil, Pendidikan Agama Islam, Teknologi Hasil Perikanan, dan Administrasi Pendidikan.
Kehadiran mahasiswa asing tersebut menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan kemampuan bahasa, khususnya melalui penguatan pembelajaran bilingual.
Dari sisi akademik, kampus menyiapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pembelajaran berbasis proyek juga didorong agar mahasiswa memiliki ruang lebih luas dalam mengembangkan pola pikir dan kemampuan menyelesaikan persoalan.
“Kita dekatkan dengan kebutuhan pasar. Kemudian by project, mereka bisa lebih luas mengatur cara berpikirnya dan mengatur perkuliahannya,” jelas Prof Muhammad Nurdin. (C-Adv)
