"Sebab tenggelamnya kapal rakitan tersebut terjadi di perairan Lagii dikarenakan penumpang kapal yang over kapasitas, dan kapal rakitan tersebut bocor hingga kapal tenggelam" ungkap perwira tiga bunga di pundak itu, Jumat (28/7/2023).
Sementara tersangka S mengaku, dirinya sebelumnya menolak beberapa warga untuk naik di perahu rakitannya, namun karena kapal penumpang terakhir, warga memaksa untuk menaiki kapal tersebut hingga terjadi over kapasitas penumpang.
Karena penumpang yang berlebihan, hingga air cepat masuk dan memenuhi bodi kapal, penumpang yang mengetahui kapal mulai miring lalu kalang kabut, hingga kapal rakitan tersebut akhirnya tenggelam.
Baca Juga: 3 Fakta Kecelakaan Kapal Penumpang di Buton Tengah
"Karena mulai kapal miring, semua orang mulai kalang kabut, saya berteriak panggil saya punya anak yang juga ada dalam kapal, pas saya berteriak panggil namanya, dia langsung jawab," ungkap S.
