Menurutnya, penurunan angka perceraian ini karena meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai dampak dari perceraian itu sendiri.

"Penurunan angka perceraian ini mengindikasikan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak dari perceraian, apalagi kedua belah pihak sudah memiliki anak," jelasnya.

Baca Juga: Desta Mantap Bercerai Walau Sudah Dimediasi, Suara Natasha Rizki Bergetar saat Ungkap Hal Ini

Sementara untuk faktor penyebab perceraian, Sudarmin mengatakan, jika dilihat dari data laporan faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian, yang tertinggi adalah perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Selain itu juga ada faktor meninggalkan salah satu pihak, KDRT, murtad dan madat.

"Jadi berdasarkan data tahun 2023, faktor-faktor penyebab perceraian tertinggi karena perselisihan atau pertengkaran terus menerus itu 576 kasus. Faktor meninggalkan salah satu pihak 135 kasus, lalu KDRT 48 kasus, madat 10 kasus, ekonomi 8 kasus, judi 5 kasus, murtad 10 kasus, mabuk 1 kasus, dihukum penjara 4 kasus dan poligami 5 kasus," bebernya. (C)