Disisi lain, Pemda akan mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) berupa sewa pabrik sebesar 2 persen dari hasil jagung yang di produksi.
Saat ini, ia mendorong untuk meningkatkan produksi jagung. Selain masyarakat, Pemda juga akan berkerja sama dengan TNI untuk melakukan pengembangan jagung.
Baca Juga: Sempat Bertengkar dengan Istri, Pria Tuna Netra di Muna Tewas Gantung Diri
"Targetnya satu hektar, 10 ton, karena bila di bawah itu, kita rugi diproduksi. Makanya kita akan minta dari kementrian untuk menyiapkan bibit yang berkualitas," ungkapnya.
Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Muna, La Ode Anwar Agigi mengaku, selama ini petani jagung tidak memiliki kepastian pasar, harganya dan mutunya. Maka dengan beroperasinya pabrik, petani tidak usah pusing lagi. Harga sudah dipatenkan.
