"Bubuk tersebut nantinya dapat dijual dalam bentuk coklat bubuk, dapat juga dijual sebagai bahan pembuatan kue,  juga dapat dijual dalam kemasan sebagai bubuk untuk minuman coklat," ungkapnya.

Dari tiga proses produksi biji kakao tersebut kata Ismail, Pemerintah Daerah Kolaka Utara akan menggenjot produksi biji kakao kering hasil fermentasi karena pangsa pasar luar negeri untuk kakao jenis tersebut cukup besar dan sangat menjanjikan.

"Untuk biji kakao hasil fementasi pemerintah mampu menyediakan sekitar 40 ton per minggu," ucapnya.

Sementara untuk dua jenis olahan lainnya yakni coklat padat dan bubuk, karena pasarnya terbatas maka produksinya juga masih skala kecil. (B)

Reporter: Muh. Risal