"Tapi akhirnya kami kecewa, padi kami telah dicuri orang. Kami dari kelompok tani meminta agar Panglima TNI, Pangdam I Bukit Barisan menarik pasukannya dari lahan itu dan mengizinkan kami untuk memanen padi yang kami tanam," terangnya.

Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat, Sutrisno Pangaribuan ketika dikonfirmasi awak media mengaku sudah mengecek lahan padi yang dikeluhkan oleh kelompok tani.

"Saya sudah mengecek lahan itu. Seharusnya prajurit TNI yang berada di sana jangan melarang kelompok tani untuk memanen padi itu. Karena, padi itu mereka yang menanamnya," ucap mantan Anggota DPRD Sumatera Utara ini kepada telisik.id.

Menurut Sutrisno, jika padi itu tidak dipanen, maka kelompok tani akan mengalami kerugian dan seandainya mereka bisa memanennya. Maka sangat bermanfaat bagi kelompok tani.

"Saat ini harga beras lagi mahal, perekonomian petani juga sedang tidak baik. Jadi, seharusnya pihak anggota TNI itu jangan melarang kami. Panglima dan Pangdam I Bukit Barisan harus berpihak kepada petani, ini demi petani," tuturnya.