"Dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (Salat Tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat’.” (HR Muslim).

Pada malam ke-14, keistimewaan Salat Tarawih semakin besar. Kitab Durratun Nashihin menjelaskan bahwa malaikat menjadi saksi atas pelaksanaan salat tersebut. Dengan kesaksian malaikat, Allah SWT tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 1446 Dimulai 1 Maret

"Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan Salat Tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.”

Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus melaksanakan Salat Tarawih dengan penuh kesungguhan. Selain mendapatkan ampunan dosa, ibadah ini juga menjadi sarana untuk meraih kedekatan dengan Allah SWT.