Ada pula yang melakukan hal serupa terhadap pekerja yang memperbaiki jaringan listrik atau yang akan merenovasi di suatu kawasan perumahan. Di suatu daerah, para pemalak ada yang mengaku-aku “ankamsi” (“anak kampung sini”, maksudnya anak kampung setempat) seraya menyebut diri sebagai anggota Ormas tertentu. Entah benar entah tidak, hingga kini belum terdengar ada Ormas yang mengeluh diatasnamakan oleh “ankamsi”.  

Menjadi Kriminal

Sejumlah pemberitaan media mengabarkan hal serupa itu. Misalnya, jelang Natal 2024, terjadi pemukulan seorang pemobil oleh “Pak Ogah”. Ini terjadi hari Minggu, 22 Desember 2024, di kawasan Puncak di tanjakan Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Saat itu, lalu-lintas (lalin) memang dipadati oleh mereka yang akan berlibur. Banyak dari para pemobil yang memilih jalan alternatif yang umumnya melintasi jalan-jalan curam di perkampungan.

Atas kejadian itu, ia mengadu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Megamendung. Bahkan, ia sempat mengedarkan kejadian yang menimpanya itu di media sosial (memviralkan). Tidak diungkapkan apakah ia dipalak.