Baca Juga: Jelang 2025: Saya, Kami, Dia, dan Kita

Pengakuan si pemobil begini. Ia sengaja “memotong” sebuah kendaraan yang mogok tepat di depannya. Saat memotong, mobil yang dikemudikannya menyerempet mobil yang mogok, sementara kaca spionnya menyenggol salah seorang  “Pak Ogah” yang tengah beraksi.

Merasa bertanggungjawab, ia setop dan turun menghampiri mobil yang terserempet mobilnya. Ketika itulah, seorang laki-laki menghampirinya seraya marah-marah karena tersenggol oleh mobilnya. Terjadilah perang mulut dan berlanjut ke pemukulan atas dirinya.

Istrinya yang tengah hamil tinggal di mobil. Tak disebutkan berapa usia kandungannya. Kemudian, istrinya sontak turun ketika ada laki-laki lain mengetuk keras kaca jendela mobilnya. Dia mempertanyakan mengapa kaca mobilnya diketuk keras-keras. Perang mulut tak terhindarkan dan ia pun dipukuli.

Kejadian itu sempat dimediasi polisi. Namun, setelah mengetahui diagnosa dokter bahwa istrinya potensial keguguran, si pemobil menyatakan akan melanjutkan laporannya. “Jadi, berubah pikiran untuk mediasi dan ingin melanjutkan membuat laporan,” kata  Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, Kamis, 26 Desember 2024 (detik.com, 26/12/24, jam 10:55).