Kebulatan keputusan ini sulit dengan waktu yang cepat, sebab kedua partai politik ini memiliki surplus kader, calon-calon alternatif dengan elektabilitas yang juga tinggi. PDIP dipusingkan oleh popularitas Puan Maharani kalah dengan popularitas Ganjar Pranowo.
Sedangkan Gerindra, meski popularitas Prabowo masih tertinggi, tetapi harapan proses regenerasi dan memberikan kesempatan kepada kader muda partai untuk diusung telah mencuatkan nama Sandiaga Uno.
Realitas ini merupakan hal positif dari perspektif kaderisasi kepartaian, sebab PDIP dan Gerindra menunjukkan tidak kehabisan stok calon pemimpin untuk jabatan eksekutif.
Baca Juga: Kutak-Katik Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden
Meski begitu, popularitas Ganjar di PDIP, dan Sandiaga Uno di Gerindra, harus disikapi dengan penuh kehati-hatian oleh kedua partai ini, sebab kedua nama ini bukan representasi dari personalisasi di tubuh partai itu sendiri.
