Sebagai representasi golongan tua, Prabowo juga dianggap kurang memiliki kepekaan diri, cenderung egois, karena golongan-golongan tua sudah mulai memilih di balik layar, ia masih berambisi. Sedangkan di Pilpres 2024 mendatang, dianggap sudah waktunya memberikan kesempatan kepada yang muda-muda untuk menjadi calon dan/atau Presiden ke depannya.

Calon-calon muda sebagai trend figur calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2024 mendatang, sudah bermunculan seperti Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil.

Wajar akhirnya dorongan dari publik adalah mengharapkan Prabowo lebih memilih menempatkan diri sebagai sosok negarawan sebagai “king maker,” ia berada di belakang layar tetapi yang berperan mendorong, menyiapkan, dan memajukan calon Presiden dari golongan muda.

Prabowo memang memiliki kans sebagai “king maker,” sehingga keputusan Prabowo untuk Pilpres 2024 mendatang begitu ditunggu-tunggu oleh publik. Penjelasan di atas menunjukkan perspektif dari sisi Prabowo dengan Gerindra.

Sedangkan, Puan Maharani tentu saja membuat agak “gaduh” dan kekhawatiran di tingkat internal PDIP sendiri. Secara loyalitas, pilihan Puan Maharani ataupun Ganjar Pranowo tetap disambut dengan kerja semangat dari kader-kader PDIP, sebab kader PDIP disatukan oleh semangat loyalitas terhadap Megawati Soekarnoputri.