Pintu benteng untuk mencapai puncak Palangga. Foto: Jumrad Raunde

 

Pada bagian timur benteng Palangga diyakini sebagai pintu yang lebih mudah diakses untuk sampai ke puncak. Sedangkan pada bagian selatan dan barat terdapat beberapa tebing yang harus di panjat menggunakan alat bantu akar untuk bias bergerak naik sampai di puncak.

Jika disatukan dengan Benteng Laatu, maka waktu tempuh untuk mengelilingi kawasannya akan lebih lama. Kedua benteng itu adalah berdampingan dan seolah tidak memiliki tapal batas khusus.

 

Lempeng batu berukuran sekitar 2-3 meter dengan tebal sekitar 10-20 centimeter yang diduga kuat sebagai altar, yaitu tempat peletakan kurban saat pemujaan. Foto: Jumrad Raunde