JAKARTA, TELISIK.ID - Di era digital yang serba terhubung, media sosial menjadi panggung bagi berbagai cerita kehidupan, termasuk ibadah.

Namun, kebiasaan flexing atau pamer aktivitas keagamaan seperti shalat di masjid mewah, puasa sunnah, atau sedekah di depan kamera sering kali berujung pada sum'ah atau penyakit hati yang merusak ikhlas.

Fenomena ini semakin marak, dengan survei internal Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2025 menunjukkan bahwa 72% pengguna medsos Muslim usia 18-35 tahun pernah memposting ibadah mereka, meski 45% di antaranya mengaku merasa tergoda oleh like dan komentar sebagai bentuk validasi.

Sum'ah, yang berasal dari kata Arab sami'a, adalah keinginan untuk menceritakan atau memamerkan amal shaleh agar didengar dan dipuji orang lain, meskipun niat awal mungkin ikhlas, dilansir dari NU Online, Jumat (7/11/2025).

Ini berbeda dengan riya', tapi dampaknya sama: pahala hilang seperti air yang memadamkan api. Seperti diungkapkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW,