Hal ini karena PAN tidak memiliki cukup kursi untuk mengusung calon sendiri di Pilkada Koltim, karena hanya memiliki empat kursi di DPRD Koltim dan harus mencari satu kursi lagi di dewan.

"Karena PAN tidak cukup, di sana masih butuh tambahan satu kursi dari partai lain maka perlu ada koalisi," tegasnya.

Abdurrahman Shaleh menambahkan, apapun posisi Sabaruddin Labamba nanti dalam pencalonan, akan dikondisikan sesuai kesepakatan koalisi yang terbentuk.

"Pak Sabaruddin diberikan waktu melakukan lobi-lobi politik kepada siapa saja baik kepada PDIP, Demokrat, Gerindra maupun partai partai lainnya untuk melakukan koalisi itu tentu ada bargaining," tutupnya.

Reporter: Siswanto Azis