KENDARI, TELISIK.ID - Di sudut-sudut Kota Kendari, seorang ibu bersama gerobak tuanya tetap melangkah meski panas matahari menyengat atau hujan deras mengguyur.

Dengan ditemani anaknya, ia menyusuri pasar, gang kecil, dan jalanan kota demi mencari barang bekas yang bisa ditimbang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Panas dan hujan hanya menjadi bagian dari perjuangan panjangnya.

Setiap pagi sekitar pukul 07.00, ia sudah bersiap untuk mengawali hari. Gerobak yang penuh karat itu didorong perlahan menyusuri berbagai tempat yang sering luput dari perhatian banyak orang.

Baca Juga: Pria Jauh dari Tanah Jawa, Coba Peruntungan di Kendari Jual Bakpao

Plastik, kardus, dan barang bekas lain dikumpulkan dengan sabar. Hasilnya tak menentu, kadang cukup menggembirakan, kadang juga nihil.