KENDARI, TELISIK.ID - Di hari peringatan Kartini yang jatuh setiap 21 April, juga turut menjadi spirit bagi organisasi Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).
Seperti yang disampaikan oleh Ketua PD-KPPI Sulawesi Tenggara (Sultra), Suleha Andi Bahar bahwa, pemikiran dan perjuangan Kartini banyak dikerdilkan, lantaran kurangnya pemahaman sejarah.
"Banyak yang mengira ia hanya memperjuangkan hak kaum perempuan," papar Suleha, Selasa (21/4/2020).
Padahal kata Suleha, Kartini juga seorang pengagas nasionalisme, walaupun yang digagasnya masih tercerai berai dalam setiap pucuk suratnya. Sehingga sulit diterjemahkan ke dalam dunia pergerakan.
"Kartini itu sejatinya tidak pandang bulu dalam emansipasi," paparnya.
