Tetapi tampaknya politisi-politisi partai, lebih khawatir corona dibandingkan benar-benar berada untuk rakyat dalam program yang dibutuhkan masyarakat. Kekhawatiran hal wajar, dan benar, tetapi itu semua bisa diminimalisir, misal dengan bekerjasama kepada orang-orang yang profesional yang sudah terbiasa bekerja di tengah-tengah pandemi, dan juga mendata lalu mempekerjakan anggota-anggota partainya yang memahami cara bekerja membantu masyarakat dengan cara yang benar tanpa khawatir tertular.

Kesalahan Partai Dilimpahkan ke Rakyat

Di era Reformasi ini telah sangat tegas diatur dalam konstitusi (hasil amandemen UUD 1945) bahwa untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR dan sebagai calon presiden dan wakil presiden dipilih melalui partai politik.

Semangat ini mengagungkan yang dikatakan oleh EE. Schattschneider (1942) pada pertengahan abad ke-20, bahwa “partai politik menciptakan demokrasi, dan demokrasi modern tak terpikirkan tanpa partai politik, (Richard S. Katz & William Crotty, 2014: 22).

Hasil Amandemen UUD 1945 juga telah menghasilkan keputusan bersama bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat, sehingga karena itu tidak lagi bertunduk dan bertanggung jawab kepada MPR seperti sebelumnya.