Janur-janur ini diambil dari gunung tepatnya di Desa Wungka.

"Saya menjual perikat dari kisaran harga Rp 5 ribu sampai Ro 10 ribu, yang terdiri dari lima sampai sepuluh biji ketupat. Kami setiap tahun sudah terbiasa menjual ketupat ini begitupun dengan tahun kemarin,”  kata Ramsia kepada Telisik.id, Minggu (18/7/21).

Sementara itu, salah seorang pembeli Janur ketupat mengaku, membutuhkan ketupat setiap kali jelang lebaran. Seperti tahun kemarin, dirinya tetap datang ke pasar ini untuk membeli janur kelapa.

"Saya sangat terbantu sekali dengan adanya penjul janur kelapa. Apalagi untuk orang seperti saya yang tidak punya pohon kelapa di rumah. Saya sendiri pendatang asal Kaledupa, jadi agak susah dan akhirnya memutuskan untuk membeli saja di pasar,” ujar Harniati.

Baca Juga: Politisi Demokrat Minta Pemerintah Evaluasi PPKM Sebelum Diperpanjang