“Shifting ke konvensional ke digital campaign ini tantangan tersendiri. Harus ada ide dan gagasan bagaimana memenangkan kandidatnya,” kata Rio.

Dengan kondisi pandemi, kampanye yang mengundang pertemuan umum dengan banyak orang tidak bisa dilakukan. “Tidak ada lagi konser musik yang biasa digelar untuk melibatkan massa yang banyak, atau pasar murah yang biasa dilakukan,” ujarnya.

Sementara kampanye secara daring, kampanye bisa dilakukan dengan melibatkan influencer. Tapi kandidat harus merangkul influencer yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di masyarakat. “Itu jauh lebih efektif daripada sekadar melibatkan influencer artis,” tuturnya.

Kemudian kandidat yang biasanya lebih cenderung menggerakan mesin politik timnya sendiri, lanjut Rio, bisa mengoptimalkan jaringan struktur organisasi partai koalisi. Struktur partai koalisi itu bisa menjangkau hingga pada tingkat terkecil, yakni RT. Kandidat bisa mengoptimalkan jaringan itu sehingga lebih efektif untuk mengantisipasi batasan-batasan berkerumun dalam kampanye Pilkada 2020.

Reporter: Marwan Azis