Permandian Topa saat ini dikelola oleh Bumdes. Untuk pas masuk, pengunjung dibebankan membayar karcis, motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu.

"Hasil penarikan retribusi kita bagi dengan pengelola 40-60 persen," sebutnya.

Untuk pengembangan sarana dan prasarana permandian Topa, selain menggunakan Dana Desa (DD), tahun ini juga mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 400 juta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT). Anggaran itu merupakan aspirasi dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae.

"Sesuai perencanaan anggaran Rp 400 juta itu, akan digunakan untuk pembangunan gazebo, toilet dan parkiran," ungkapnya.

Meningkatnya jumlah pengunjung di lokasi wisata itu pula membawa berkah bagi UMKM. Mereka panen cuan dari hasil daganganya, penghasilan mereka mencapai jutaan rupiah perharinya.