Selanjutnya, air laut atau tirta suci kamandalu diambil oleh umat Hindu untuk keperluan keperluan penyucian diri, kemudian sesajian yang di bawah ke laut untuk memohon kepada Sang Hyang Widhi untuk membersihkan yang kotor agar lebih siap menyambut hari raya Nyepi.
Untuk itu, ia mengharapkan kepada seluruh umat Hindu di Muna Barat untuk selalu mendapat kesejahteraan dan keselamatan dengan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, selain itu bisa hidup secara lebih tertib dan rukun serta selalu menjaga toleransi antar umat beragama di masing-masing desa.
Tak hanya itu, dalam upacara melasti juga menampilkan tarian rejang renteng yang dilaksanakan oleh WHDI, jumlah pesertanya sebanyak 80 orang penari dari sembilan desa yang ada di Muna Barat.
Baca Juga: Lestarikan Budaya dan Adat Masyarakat Hindu, Kabupaten Kolaka Timur Gelar Pawai Ogoh-Ogoh
Sementara itu, salah satu warga, Putu Eka mengatakan, dalam pelaksanaan upacara melasti dihadiri oleh umat Hindu dari sembilan desa yang ada di Muna Barat, yakni Desa Lawada, Sido Maksmur, Wulanga Jaya, Parura Jaya, Kasimpa Jaya, Abadi Jaya, Wapae Jaya, Sukadamai, serta Labschool.
