Tebing Sawapudo atau masyarakat lokal mengenalnya dengan nama Tebing Kota Nilangge (Batu Gelang) mulai dikenal sejak tahun 1996, setelah ditemukan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unsultra dalam ekspedisi karst.
Karakter batuan tebing Sawapudo berjenis batu kapur khas karst, keras dan berwarna putih keabu-abuan, serta struktur permukaan tebing banyak lubang dan tonjolan.
Dengan ketinggian tebing 15 sampai 20 meter, membuat lokasi ini cocok untuk pencinta panjat tebing dan repling.
“Tahun 2010, Mapala Unsultra juga telah membuat kegiatan lomba kejuaraan panjat tebing alam tingkat nasional yang melibatkan 60 lebih peserta atlit panjat tebing,” ujar Sumarlin dari Jelajah Sultra.
Selain tebing, karst Sawapudo juga menyimpan keunikan lain diantaranya gua ular dan peninggalan budaya lainnya. Bahkan dari nama Sawapudo yang berarti diam-penggal masih banyak menyimpan misteri yang belum terungkap.
