KENDARI, TELISIK.ID - Seorang kakek bernama Basri (65), mengayuh gerobaknya di bawah terik matahari pagi. Panas menyengat tak menyurutkan langkahnya.

Keriput di wajahnya bagaikan peta jalanan, menceritakan kisah hidup yang penuh perjuangan. Rambutnya yang putih bagaikan salju, menandakan usianya yang makin menua.

Sejak fajar menyingsing, Basri telah memulai harinya. Ia mencampur tepung, ragi, dan air, menguleni adonan dengan tangannya.

Aromanya harum. Bakpao yang baru dipanggang memenuhi dapur kecilnya. Dengan penuh kesabaran, ia mengisi setiap bakpao dengan berbagai macam isian. Ada stroberi, cokelat, kacang dan daging.

Tepat pukul enam pagi, Basri berangkat berjualan. Gerobaknya yang penuh bakpao siap mengantarkan kelezatan kepada pembeli.