Saat dihampiri Telisik.id, kakek ini sedang tidur menyandarkan kepalanya di atas gerobak, beralaskan tangannya sembari menunggu pembeli.

Senyum ramahnya membuat pembeli merasa nyaman. Dengan sigap ia menyebut jenis isian bakpao yang dijualnya.

Saat ditanyai, dengan wajah yang sudah mengerut menandakan usia yang tak muda lagi, ia mengatakan sejak pagi belum ada yang membeli jualannya.

Meski demikian, ia selalu bersabar dan tetap berkeliling sampai jualannya habis, walaupun harus ditebusnya dengan rasa lelah.

Rasa lelah menyelimuti tubuhnya, namun hatinya dipenuhi rasa syukur, jika bakpao yang dijualnya telah habis.