Port Moresby dikuasai oleh berbagai kelompok raskol (begal) yang sering melakukan aksi kriminal tanpa pandang bulu, mulai dari mencuri, menggarong, membegal, membajak kendaraan, hingga memperkosa dan membunuh.

Beberapa kelompok raskol yang paling ditakuti adalah Kip Koboni, Bomai, Mafia, dan 585. Konflik antar kelompok raskol juga sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Awal Tahun 2024: Israel Tarik Pasukan dari Gaza, Tanda Kekalahan?

Menurut data dari Numbeo, sebuah situs yang mengumpulkan data statistik tentang kota-kota di dunia, tingkat kriminalitas di Port Moresby mencapai 84,28 pada tahun 2021, yang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

2. Kurangnya infrastruktur dan layanan publik